Inilah Tips Dari Arsitek Sebelum Membeli Rumah

tips membeli rumah
Tips Membeli Rumah
Kebutuhan akan rumah dari waktu ke waktu semakin meningkat. Hal ini wajar saja karena makin banyaknya pasangan baru yang sudah berkeluarga dan ingin pisah dari “Pondok Mertua Indah”. Ada yang membangun rumah baru dan ada juga yang membeli rumah yang sudah jadi yang dijual oleh para pengembang atau developer. Khusus bagi Anda yang ingin membeli rumah yang sudah jadi, tentu hal ini tidak mudah alias bisa dibilang gampang-gampang susah. Apalagi Anda bukan seorang arsitek yang tahu membedakan mana rumah yang layak dan yang tidak, mana rumah yang dibangun dengan pondasi seadanya dan mana yang tidak dan sebagainya.

Nah, meminta bantuan jasa arsitek dalam memilih rumah yang akan dibeli akan membantu Anda untuk mengetahui bukan hanya kualitas dari rumah yang akan dibeli, tapi juga dalam hal harga rumah tersebut, apakah terlalu mahal atau sudah sesuai dengan spesifikasinya. Jangan sampai Anda membeli kucing dalam karung, harga rumahnya selangit, tapi kualitasnya standar. Hal ini diperlukan karena Anda buta akan masalah perumahan dan baru pertama kali akan membeli rumah. Belum lagi masalah pembayarannya dan proses yang harus dilewati yang tentu sangat membuat pusing kepala.

Bila Anda keluarga baru yang berencana untuk membeli rumah jadi dari developer, tips dari narasumber kami berikut ini yakni salah seorang arsitek dari konsultan arsitektur di Jakarta ( www.arsitekonline.com ) akan membeberkan beberapa tips sebelum membeli rumah. Anda jangan remehkan sejumlah hal penting tersebut agar tidak menyesal di kemudian hari dan agar semuanya berjalan dengan lancar, termasuk dalam proses transaksi akan Anda lakukan nantinya.

Berikut tips penting dari arsitek narasumber kami yang harus Anda perhatikan sebelum membeli rumah:

1. Memilih Lokasi Yang Cocok:
Menurut narasumber arsitek kami, memilih lokasi adalah faktor penting sebelum kita membeli rumah. Hal ini karena lokasi berpengaruh besar kepada keputusan yang akan diambil nanti, dibeli atau tidak. Bila lokasinya tidak cocok, murahpun harganya dijamin orang tidak akan dibeli. Nah, factor apa saja yang harus diperhatikan dalam masalah lokasi ini. Berikut poin-poinnya:
a. Tidak Banjir.
b. Akses yang mudah ke tempat kerja.
c. Lingkungan yang sehat dan kekeluargaan.
d. Bukan daerah rawan kejahatan dan berada di lingkungan yang aman.
e. Jarak lokasi dengan pos polisi terdekat tidak terlalu jauh.
f. Jarak dari akses transportasi umum tidak terlalu jauh.
g. dan lain-lain sesuai keinginan Anda.

2. Merencanakan Harga:
Harga adalah relatif dan selalu berhubungan dengan letak lokasinya, begitu yang disampaikan narasumber arsitek kami. Bila lokasinya berada di tengah kota, tentu tidak sama harga rumahnya dengan lokasi yang berada di pinggir kota, apalagi yang berada di luar kota. Untuk itu, menurut arsitek narasumber lagi, Anda perlu merencanakannya terlebih dahulu, berapa harga rumah yang mau Anda beli? Tentunya ini disesuaikan dengan budget yang sudah Anda anggarkan dengan istri, sehingga Anda lebih fokus di perumahan yang menawarkan harga sesuai yang Anda inginkan nantinya. Dengan menentukan harga yang sudah Anda patok, maka Anda bisa menghemat waktu untuk kegiatan Anda lainnya. Misalnya anggaran yang Anda tetapkan minimal 200 juta dan paling mahal 280 juta dan sebagainya.

3. Kemudahan Cara Pembayaran:
Biasanya ada beberapa alternatif cara pembayaran yang umum ditawarkan oleh developer kepada calon konsumennya, yaitu cara tunai keras, cara tunai bertahap dan cara kredit melalui KPR. Apa perbedaan ketiga cara pembayaran ini? Berikut ulasan dari narasumber arsitek kami:

a. Cara Tunai Keras: Pembayaran tunai 100 persen tanpa adanya cicilan. Biasanya pihak pengembang memberikan diskon khusus bagi konsumen yang membeli rumah dengan cara ini, ada yang diskon 5% bahkan 10%. Lumayan kan…?

b. Cara Tunai Bertahap: Pembayaran cara ini biasanya disebut juga pembayaran dengan cicilan jangka pendek. Biasanya rumah dicicil 10 kali bayar atau 12 kali bayar setiap bulannya, tergantung kesepakatan bersama. Walaupun bersifat cicilan, biasanya pihak pengembang tidak memberikan bunga dengan cara pembayaran ini. Namun tidak ada diskon. Cara pembayaran ini sangat cocok bila dana Anda hanya ada minimal setengah dari harga rumahnya atau kurang 25% dari nilai rumah.

c. Cara Kredit Melalui KPR: Cara ini sebenarnya tidak dianjurkan karena selain berbunga yang tentunya memberatkan dan bila Anda muslim, tentu masalah bunga ini adalah perkara yang diharamkan. Nah, bagaimana solusinya agar rumah bisa Anda beli namun Anda tetap menyicilnya tanpa bunga?
Solusinya adalah dengan melibatkan pihak ketiga alias keluarga Anda atau kenalan Anda. Hubungilah keluarga Anda yang Anda anggap bisa membantu dan memiliki dana lebih. Bicaralah kepada mereka dari hati ke hati bahwa Anda berniat akan membeli rumah, namun dana yang ada hanya cukup membelinya dengan cara mencicil setiap bulannya dan Anda minta bantuannya untuk membelikannya (ingat, tidak meminta hutang atau meminjam duitnya. Ini beda) dan Anda mencicil kepadanya setiap bulannya.
Biasanya bila hubungan Anda baik di mata mereka, permintaan Anda akan dikabulkan. Namun ini penting, buatlah komitmen untuk benar-benar mencicilnya tiap bulan. Jangan mentang-mentang keluarga, Anda anggap remeh dan sering telat mencicilnya. Bila sesekali telat mencicilnya, jangan didiamkan. Hubungi mereka dan sampaikan bahwa cicilan bulan ini mungkin agak telat karena sesuatu dan lain hal.
Dalam perkara ini, keterbukaan akan membuat semuanya berjalan dengan baik dan hubungan Anda dengan mereka akan semakin erat. Namun kalau Anda tidak jujur, maka akan sebaliknya.

4. Periksa Kelengkapan Fasilitas:
Setiap perumahan biasanya memiliki fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum). Namun bila kedua fasilitas ini tidak ada, setidaknya mnimal perumahan tersebut memiliki fasilitas seperti Masjid, Ruang Terbuka Hijau (minimal 8 x 15 m), Pos Penjagaan Satpam di pintu masuk, Lampu jalan, Area Bermain dan Olahraga (minimal seukuran lapangan bulu tangkis atau basket).

5. Adanya Perjanjian dan Kepastikan Waktu Serah Terima Unit:
Tanyalah ke pengembang perumahan tersebut akan surat perjanjian jual beli dan kepengurusan IMB dari rumah tersebut. Tanyakan juga kapan rumah yang Anda beli tersebut bisa ditempati. Jika terjadi keterlambatan, apa konsekwensi yang akan diberika pihak pengembang.

6. Menilai Track Record Pengembangnya (Developer):
Poin ini berhubungan dengan poin di atas dimana bila pihak pengembang menjawabnya dengan berbelit-beli atau tidak pasti, Anda patut waspada terhadap pengembang tersebut. Bila itu terjadi, sebelum memutuskan untuk membelinya, cari tahu track record pengembang tersebut. Apakah sering terlambat untuk serah terima rumahnya atau pernah bermasalah dengan project sebelumnya di tempat lain. Untuk mengetahuinya Anda bisa mencari testimoni tentang perusahaan pengembang tersebut di internet atau bertanya kepada penduduk di sekitar perumahan tersebut.

7. Adakah Biaya Tambahan Lainnya?:
Tanyakan juga perihal apakah ada biaya tambahan yang akan ditagihkan diluar harga resmi rumah tersebut. Apakah biaya rumah tersebut sudah termasuk Ppn dan biaya peningkatan BPHTB dan sebagainya. Bila belum termasuk, tanyakan berapa biaya agar semuanya bisa diketahui dengan jelas.

Demikian beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan dan selamat memilih rumah pertama Anda!

Tips Mendesain Tampak Depan Rumah Minimalis

tampak depan rumah minimalis
Tampak Depan Rumah Minimalis
Desain rumah minimalis merupakan dambaan hampir setiap orang untuk memilikinya. Namun banyak yang tidak tahu cara mendesain rumah tanpa melibatkan arsitek ataupun jasa desain rumah. Kita tahu bahwa rumah selain sebagai tempat tinggal suatu keluarga, juga dijadikan sebagai asset oleh sebuah keluarga tersebut. Oleh karenanya banyak orang berusaha membuat rumah mereka menjadi sebuah rumah minimalis yang elegan dan asri.

Pada dasarnya sebuah rumah tentu berbeda dari segi desain maupun tampak depannya. Sebuah rumah memiliki desain tampak depan yang masing-masing berbeda antara satu dengan yang lainnya. Mulai dari modelnya hingga tampilan atapnya. Fasad atau tampak depan suatu rumah minimalis tentu sangat penting diperhatikan, karena cantik tidaknya sebuah rumah dapat dilihat dari desain fasadnya. Dengan desain tampak depan yang asri, maka rumah anda akan menjadi rujukan banyak orang dan sering diperbincangkan. Tentu ini merupakan kebanggaan tersendiri, bukan?

Nah, bagaimana cara kita mendesain tampak depan sebuah rumah minimalis? Apa yang harus kita perhatikan? Berikut ulasannya:

1. Menggunakan Ornamen.
Tampilan tampak depan sebuah rumah minimalis selalu identik dengan permainan ornament yang sederhana. Ornamen pada rumah minimalis biasanya selalu berbentuk garis vertical ataupun garis horizontal. Dengan permainan garis ini, maka akan membuat rumah anda terlihat indah.

3. Memakai Bahan Beton.
Untuk membuat ornament rumah minimalis biasanya menggunakan bahan material terbuat dari beton. Ini akan bukan hanya membuat rumah terlihat lebih kokoh, tapi juga lebih simpel dan sederhana. Kita tahu bahwa rumah minimalis identik dengan kesederhanaan, namun justru inilah yang membuat desainnya menjadi unik dan menarik.

3. Pemilihan Warna.
Warna cat rumah minimalis biasanya menggunakan warna-warna kontras seperti merah, kuning, biru, orange dan sebagainya. Namun perletakan warna ini tidak dipoles pada bagian dinding yang lebar. Pemakaian warna kontras ini hanya ditempatkan pada elemen-elemen tertentu saja seperti ornament vertikal ataupun horizontal. Juga pada bagian-bagian tertentu yang menjadi center point bagi tampak depan rumah tersebut.
   
4. Permainan Dimensi Tampak Depan
Yang dimaksud permainan dimensi tampak depan disini adalah permainan maju mundurnya posisi tampak depan rumah minimalis tersebut. Jadi untuk membuat rumah menjadi unik dan cantik, maka pada bagian tertentu posisinya dibuat lebih maju ke depan dan bagian yang lainnya mundur. Jadi tampak depannya tidak berupa garis lurus saja yang tentunya membuat tampilannya jadi monoton.

5. Material Lantai.
Untuk pemilihan material lantai, untuk memunculkan kesan minimalis, sebaiknya Anda menggunakan keramik yang polos atau sedikit memiliki corak. Hal ini karena corak keramik selalu identik dengan style rumah tradisional ataupun klasik. Jadi bila keramiknya bercorak, maka tidak “mecing” dengan unsur minimalis yang berusaha kita hadirkan.


6. Bentuk Jendela.
Untuk bentuk jendela rumah minimalis, anda dapat membuat jendela dengan menggunakan material kaca dan aluminium sebagai framenya. Hindari penggunaan kayu untuk kusennya karena kayu identik dengan style rumah klasik ataupun tradisional. Namun bila rumah Anda sudah memakai kusen kayu, sebaiknya diberi warna dengan warna gelap yang tidak menonjolkan unsure kayu kusen tersebut.

7. Hadirkan Batu Alam
Batu alam sebenarnya bukan merupakan bagian dari style rumah minimalis. Namun penggunaan batu alam sangat perlu untuk member sentuhan sejuk pada tampilan tampak depannya. Hal ini karena ornamen beton dan material modern yang mendominasi tampak depan, butuh kehadiran ornament yang natural agar suasana yang terbentuk lebih teduh dan sejuk. Nah, batu alam dibutuhkan untuk itu. Pergunakanlah batu alam untuk bagian-bagian tertentu pada tampak depan rumah. Jangan berlebihan karena ini bisa membuat kesan rumah minimalis yang kita inginkan jadi hilang.

8. Tanaman hias.
Kehadiran tanaman hias pada halaman rumah akan menghadirkan kesan nyaman dan sejuk. Pilihlah tanaman yang gerak pertumbuhannya tidak mengembang ke samping, tapi lurus ramping ke atas.

Agar desain tampak depan rumah anda terlihat semakin menarik dan terkesan luas, gunakanlah warna putih atau putih abu-abu untuk dinding tampak depan keseluruhannya. Hindari warna hitam ataupun merah untuk seluruh dinding. Ingat, warna kontras hanya digunakan untuk polesan pada ornament tertentu saja. Warna teduh seperti putih atau abu-abu akan membuat atmosfir rumah Anda akan terasa sejuk dan nyaman. Hal ini karena desain tampak depan suatu rumah akan mencerminkan isi di dalamnya. Jika rumah terlihat nyaman, maka bisa dipastikan di dalam rumah itu juga nyaman.

Demikian tips singkat bagaimana mendesain tampak depan rumah minimalis. Semoga ide kreatif ini bisa menginspirasi Anda dalam menghadirkan desain tampak depan yang cantik dan asri.

Cara Agar Baterai Smartphone Tahan Lama

cara agar baterai smartphone hp tahan lama
Smartphone yang beredar saat ini terdiri dari berbagai merek dan jenis. Begitu juga dengan platform yang digunakan. Namun kebanyakan khusus di Indonesia smartphone yang beredar berbasis Android karena kita tahu bahwa fitur Android lebih mudah digunakan dan yang terpenting adalah open source. Namun dalam pemakaiannya sehari-hari, terkadang kita mendapati kemampuan daya simpan baterai smartphone kita semakin hari kok semakin berkurang. Belum lama dipakai, daya chargenya menurun dan cepat habis.

Nah, tutorial berikut ini mungkin bisa membantu Anda mengatasi masalah tersebut, yakni bagaimana cara agar baterai smarphone Anda tahan lama dan tidak cepat habis.

1. Kurangi Kecerahan Layar

2. Matikan Gadget Anda setidaknya 1 jam dalam sehari.

Ini bisa dilakukan saat jam istirahat kantor, waktu sedang sholat dan lain sebagainya. Makin sering maka makin bagus.

3. Hindari mode getar.
Mode getar akan mengaktifkan perangkat getar yang ada di dalam gadget Anda saat dihubungi. Dan untuk menggetarkan perangkat tersebut, membutuhkan power yang lebih besar dibandingkan bila hanya dengan bunyi. Untuk itu, pakailah mode getar bila memang sedang dibutuhkan saja seperti saat Anda berada di dalam pabrik yang berisik atau ditempat yang ramai dimana suara ataupun nada dering bila berbunyi tidak akan terdengar.

4. Gunakan Fasilitas Camera Seperlunya.

Bila Anda menggunakan kamera, segera matikan bila sudah selesai digunakan. Hal ini karena kamera yang aktif membutuhkan daya yang besar untuk menjalankan aplikasi tersebut. Sehingga bila Anda tidak mematikannya setelah digunakan, maka fitur ini akan terus bekerja dan akan memakan daya secara terus-menerus.

5. Gunakan handsfree atau headset saat menelpon.

6. Matikan koneksi wireless seperti bluetooth dan wifi bila tidak dibutuhkan.

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan